Logo

Beranda

Artikel

Asal Usul Nasi Liwet: Sejarah, Makna Budaya, dan Evolusinya

‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
Asal Usul Nasi Liwet: Sejarah, Makna Budaya, dan Evolusinya

Asal Usul Nasi Liwet: Sejarah, Makna Budaya, dan Evolusinya

07 Januari 2026

Bagikan

Bagi penggemar kuliner nusantara, nasi liwet tentu sudah tidak asing lagi. Hidangan ini dikenal dengan cita rasa yang khas dan cara penyajian yang menggugah selera. Namun, tahukah kamu bahwa di balik kelezatan nasi liwet terdapat sebuah cerita sejarah yang panjang dan penuh makna? Bukan hanya sekedar makanan, nasi liwet telah menjadi simbol dari kebersamaan, kehangatan, dan nilai-nilai spiritual yang dalam di masyarakat Jawa. Setiap suapan nasi liwet seolah mengajak kita untuk merasakan kebersamaan dengan orang-orang terdekat dan memahami warisan budaya yang telah diturunkan turun-temurun.

Artikel ini akan membawa kamu dalam perjalanan waktu yang menarik untuk mengenal lebih dalam tentang asal usul, sejarah panjang, hingga evolusi nasi liwet di era modern. Mari kita simak cerita lengkapnya!


Apa Itu Nasi Liwet?

Sebelum membahas asal usulnya, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu nasi liwet. Nasi liwet adalah nasi yang dimasak dengan cara khas, biasanya dicampur dengan santan, rempah-rempah, dan lauk-pauk. Proses memasak nasi liwet biasanya menggunakan panci khusus yang disebut "liwetan".

Nasi liwet memiliki tekstur yang lembut dan sedikit lengket, dengan cita rasa yang gurih dari campuran santan, daun salam, serai, dan bumbu lainnya. Hidangan ini sangat nikmat untuk disantap, terutama saat bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Dalam budaya masyarakat Jawa, nasi liwet sering disajikan dalam wadah tradisional menggunakan daun pisang, membuatnya lebih autentik dan menarik.

Istilah "liwet" sendiri mengacu pada proses memasak nasi dengan cairan (santan dan kaldu) yang diserap langsung oleh beras. Berbeda dengan nasi biasa yang direbus dengan air, nasi liwet menciptakan cita rasa yang jauh lebih kaya dan kompleks. Nasi liwet menjadi pilihan utama dalam berbagai acara, mulai dari perayaan keluarga hingga pesta besar, karena kemampuannya untuk menghangatkan suasana dan mempererat tali silaturahmi.


Asal Usul Nasi Liwet

Nasi liwet atau yang dalam bahasa lokal disebut "sego liwet" dipercaya berasal dari masyarakat biasa yang tinggal di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ini bukan hanya sekadar kepercayaan, tetapi didukung oleh catatan sejarah dan penelitian dari para ahli gastronomi seperti Murdijati Gardjito, seorang peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada.

Masyarakat Desa Menuran pertama kali membuat nasi liwet sebagai hidangan sehari-hari yang praktis. Namun, hidangan ini bukan lahir dari kesenangan semata, melainkan dari kebutuhan sosial dan spiritual yang mendalam. Nasi liwet awalnya disajikan pada acara-acara syukuran, dengan tujuan agar keluarga yang menggelar acara dapat mencapai hal-hal yang mereka inginkan sekaligus diberikan keselamatan oleh Tuhan.

Pada sekitar tahun 1934, warga Desa Menuran mulai membawa inovasi baru dengan memperkenalkan nasi liwet ke wilayah kota besar, khususnya ke Solo dan Surakarta. Mereka mulai menjajakan nasi liwet ini secara langsung kepada masyarakat luas, dan dari sinilah kelezatan nasi liwet mulai dikenal dan dinikmati oleh berbagai kalangan.


Pendokumentasian Historis dalam Serat Centhini

Catatan sejarah nasi liwet tidak hanya berhenti pada kisah masyarakat Desa Menuran. Bahkan, cara pembuatan dan penggunaan nasi liwet telah tercatat dalam Serat Centhini, salah satu karya sastra terbesar dan paling berharga dalam kesusastraan Jawa Baru. Serat Centhini ditulis pada periode 1814-1823 M dan merupakan dokumen penting yang menyimpan ilmu pengetahuan serta kebudayaan Jawa.

Dalam Serat Centhini, khususnya dalam tulisan yang dibuat pada tahun 1819 M, nasi liwet asli Solo telah didokumentasikan dengan rinci. Penulisannya dikelompokkan menurut jenis tembang (puisi Jawa), sehingga memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan budaya Jawa tidak punah. Adanya pencatatan dalam naskah kuno ini membuktikan bahwa nasi liwet bukan hanya makanan yang lahir dari kebutuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi dalam kehidupan masyarakat Jawa.


Makna Spiritual dan Ritual Tolak Bala

Nasi Liwet

Cerita lain yang dikaitkan dengan asal usul nasi liwet adalah perannya dalam tradisi spiritual masyarakat Jawa. Menurut catatan Serat Centhini, nasi liwet pertama kali dihadirkan pada saat Pulau Jawa dilanda gempa bumi besar. Dalam konteks ini, nasi liwet tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga menjadi bagian dari ritual keagamaan dan kepercayaan masyarakat Jawa.

Pada masa itu, masyarakat mempercayai bahwa nasi liwet memiliki kekuatan untuk menolak bala atau bencana. Nasi liwet disuguhkan sambil dilakukan pembacaan lantunan doa-doa kepada Tuhan untuk memohon keselamatan dan terhindar dari segala bencana. Praktik ini menunjukkan bagaimana nasi liwet melekat erat dengan kehidupan spiritual dan kepercayaan lokal.

Makna "tolak bala" (menangkal keburukan atau bencana) ini terus berkembang dan menjadi bagian integral dari acara-acara penting dalam masyarakat Jawa. Penyajian nasi liwet dalam jumlah besar menciptakan suasana penuh doa dan harapan akan keselamatan bersama.


Koneksi dengan Perayaan Maulid Nabi Muhammad

Tradisi lain yang melatar belakangi penciptaan nasi liwet adalah hubungannya dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad (Sekaten). Menurut cerita yang berkembang di masyarakat Jawa, nasi liwet terinspirasi dari nasi samin, yang diyakini merupakan makanan favorit Nabi Muhammad SAW. Nasi samin adalah nasi yang dimasak menggunakan minyak samin (ghee atau lemak susu sapi).

Karena keterbatasan masyarakat Jawa dalam memperoleh minyak samin dalam jumlah besar, mereka kemudian menciptakan alternatif dengan mengganti minyak samin menggunakan santan. Hasil kreativitas ini menghasilkan nasi yang gurih dan lezat, yang akhirnya dikenal sebagai nasi liwet atau "sego gurih" (nasi gurih). Nasi liwet kemudian menjadi menu wajib yang disajikan pada acara Sekaten, terutama untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tradisi ini menunjukkan bagaimana masyarakat Jawa dengan cerdas mengadaptasi resep tradisional untuk menjaga nilai spiritual sambil tetap menyesuaikan dengan kondisi lokal dan ketersediaan bahan.


Perkembangan Nasi Liwet

Awalnya, nasi liwet adalah makanan sederhana yang dikonsumsi oleh masyarakat biasa di Jawa. Namun, kelezatan dan keunikannya tidak terlewatkan oleh kalangan bangsawan. Sejarah mencatat bahwa nasi liwet dari Desa Menuran mulai dikenal di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta sejak abad ke-19, tepatnya sejak masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwana IX (yang memerintah tahun 1861-1893).

Nasi liwet tidak hanya menjadi makanan sehari-hari di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga dengan cepat menjadi hidangan favorit kaum ningrat Keraton Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta. Hidangan ini sering disajikan pada acara-acara besar di keraton, seperti perayaan khusus dan upacara istimewa, membuktikan bahwa kelezatan nasi liwet telah melampaui batas-batas kelas sosial.

Penerimaan nasi liwet di kalangan istana ini adalah bukti nyata bahwa "makanan rakyat" dapat menjadi sajian istimewa ketika memiliki rasa, makna, dan cara penyajian yang sempurna.


Perkembangan Nasi Liwet di Era Modern

Dalam perkembangannya, nasi liwet mengalami banyak variasi. Meskipun masih mempertahankan resep tradisional, berbagai inovasi muncul untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat modern.

Makanan ini semakin mudah didapatkan, dengan banyaknya jasa catering dan restoran yang menawarkan nasi liwet. Hal ini memudahkan kita menikmati hidangan ini tanpa perlu repot memasaknya sendiri.

Jadi, itulah asal usul nasi liwet. Dari makanan sehari-hari yang praktis hingga menjadi simbol kebersamaan, nasi liwet memiliki tempat khusus di dunia kuliner Indonesia. Nah, Kalau kamu ingin menikmati nasi liwet tanpa ribet, Dapur Bu Sastro siap membantu dengan sajian terbaik untuk setiap acara spesialmu. Yuk, hubungi sekarang!

Ditulis Oleh Admin Dapur Bu Sastro

Admin Dapur Bu Sastro adalah sosok di balik berbagai konten inspiratif seputar masakan rumahan yang praktis dan lezat. Dengan semangat berbagi, ia menghadirkan resep-resep pilihan, tips dapur, hingga ide hidangan harian yang cocok untuk semua kalangan. Temukan kehangatan dan cita rasa khas nusantara di setiap sajian yang dibagikan.