Logo

Beranda

Artikel

Daftar Bulan Baik untuk Menikah dan Tips Menyusun Acaranya

‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
‌
Daftar Bulan Baik untuk Menikah dan Tips Menyusun Acaranya

Daftar Bulan Baik untuk Menikah dan Tips Menyusun Acaranya

18 Maret 2026

Bagikan

Pernikahan merupakan momen sakral yang diharapkan menjadi kenangan indah seumur hidup. Oleh karena itu, banyak pasangan mempertimbangkan berbagai hal dengan matang, termasuk menentukan bulan baik untuk menikah sebelum memilih tanggal. 

Langkah penentuan bulan menikah dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk memohon keberkahan, baik menurut ajaran Islam maupun tradisi yang masih dijaga oleh sebagian masyarakat.

Lantas, bulan apa saja yang dianggap baik untuk melangsungkan pernikahan? Simak daftar bulan baik untuk menikah beserta tips menyusun acaranya di artikel berikut.

Daftar Bulan yang Baik untuk Menikah

Menentukan waktu pernikahan sering kali diawali dengan memilih bulan yang dianggap membawa kebaikan dan keberkahan. Berikut beberapa bulan yang bagus untuk pernikahan dalam Islam:

1. Syawal

Syawal yang merupakan bulan ke-10 dalam kalender Hijriah sering dianggap sebagai salah satu bulan islam yang baik untuk menikah

Hal ini merujuk pada riwayat bahwa Rasulullah saw. menikahi Aisyah ra. dan mulai membangun rumah tangga dengannya pada bulan Syawal.


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي.... متفق عليه


Artinya: "Dari Aisyah ra. ia berkata, 'Rasulullah saw. menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali juga) pada bulan Syawal. Lalu, manakah istri-istri beliau saw. yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?'" (Muttafaq 'Alaih)

Imam an-Nawawi menafsirkan hadis tersebut sebagai anjuran untuk menikah, menikahkan, maupun memulai kehidupan rumah tangga pada bulan Syawal. 

Selain mengikuti sunnah Rasulullah saw., pernikahan di bulan ini juga menjadi bukti bahwa anggapan masyarakat jahiliah yang menganggap Syawal membawa kesialan tidaklah benar.

2. Muharam

Sebagian masyarakat, khususnya dalam tradisi Jawa, menganggap menikah pada bulan Muharam atau bulan Suro dapat membawa kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dasar yang menyatakan hal tersebut.

Rasulullah saw. justru menegaskan bahwa kepercayaan terhadap tanda-tanda kesialan tidak dibenarkan. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

“Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada penyakit menular, thiyarah, burung hantu dan safar (yang dianggap membawa kesialan). Larilah dari penyakit kusta seperti engkau lari dari singa,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan, Rasulullah saw. juga menegaskan bahwa mempercayai thiyarah atau pertanda buruk termasuk perbuatan syirik, sebagaimana sabdanya, “Thiyarah adalah kesyirikan. Thiyarah adalah kesyirikan.” (HR. Abu Dawud).

Baca juga: 5 Menu Catering untuk Konsep Pernikahan Modern

3. Zulkaidah

Bulan Zulkaidah juga sering direkomendasikan sebagai waktu yang baik untuk menikah. Bulan ini berada di antara dua momen besar umat Islam, yaitu Idulfitri pada Syawal dan Iduladha pada Zulhijah. 

4. Safar

Sebagian orang pada masa jahiliah menganggap bulan Safar membawa kesialan jika digunakan untuk menikah. Namun, anggapan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. 

Justru sebelum masa kenabian, Rasulullah saw. menikah dengan Sayyidah Khadijah pada bulan Safar dan juga menikahkan putrinya, Sayyidah Fatimah, dengan Sayyidina Ali pada bulan yang sama.

5. Rabiulawal

Rabiulawal juga termasuk bulan yang baik untuk menikah. Dalam sejarahnya, Rasulullah saw. menikahkan putri ketiganya, Ummi Kultsum, dengan Utsman bin Affan pada bulan Rabiulawal tahun ke-3 Hijriah.

6. Rajab

Rajab dikenal sebagai bulan yang dimuliakan oleh Rasulullah saw.. Dalam riwayat disebutkan bahwa kedua orang tua beliau menikah pada bulan Rajab, dan pada bulan ini pula Sayyidah Aminah mengandung Rasulullah saw..

7. Syaban

Syaban yang datang sebelum bulan Ramadan juga pernah menjadi waktu pernikahan Rasulullah saw.. Disebutkan bahwa pada bulan ini Nabi Muhammad saw. menikah dengan Hafsah, putri Umar bin Khattab.

Tips dalam Menyusun Acara Pernikahan

Agar momen pernikahan berjalan lancar dan berkesan, susunan acara perlu dipersiapkan dengan baik sejak awal. 

Dengan perencanaan yang rapi, Anda bisa menghindari kebingungan di hari H sekaligus memastikan setiap rangkaian acara berlangsung tertata. Berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan:

1. Menyusun Budget

Hal penting yang perlu dipertimbangkan saat merencanakan pernikahan adalah biaya. Meski pernikahan bisa dilakukan secara sederhana, sebaiknya tetap didiskusikan bersama pasangan dan keluarga karena pernikahan juga menyatukan dua keluarga. 

Perayaan tetap diperlukan untuk memberi kabar kepada orang lain bahwa telah berlangsung pernikahan, namun dianjurkan agar tidak dilakukan secara berlebihan.

2. Menyiapkan Katering

Persiapan makanan juga menjadi hal penting dalam acara pernikahan agar seluruh tamu dapat menikmati hidangan dengan nyaman. 

Oleh karena itu, menu yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan jumlah tamu serta memperhatikan kebutuhan khusus, seperti alergi atau pantangan makanan.

Agar lebih praktis, Anda bisa menggunakan layanan katering. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot berbelanja bahan, memasak, maupun menyiapkan perlengkapan makan sehingga waktu dan tenaga bisa difokuskan pada persiapan acara lainnya.

Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah katering dari Dapur Bu Sastro. Dapur Bu Sastro menawarkan makanan halal dengan cita rasa lezat, pilihan menu yang beragam, serta penyajian yang bersih dan rapi sehingga cocok untuk berbagai acara, termasuk pernikahan.

Pilihan menunya pun lengkap, mulai dari Nasi Box, Nasi Besek, Hantaran, hingga berbagai Kudappan yang dapat melengkapi hidangan utama.

nasi besek dari dapur bu sastro

Nasi Box disajikan dengan porsi lengkap berisi nasi, lauk pauk, serta sayuran yang tertata rapi dalam satu kemasan praktis. Setiap box didesain dengan tampilan yang bersih dan menarik, lengkap dengan alat makan sehingga memudahkan tamu untuk langsung menikmati hidangan.

nasi tumpeng dari dapur bu sastro

Selain itu, tersedia juga Nasi Besek yang menghadirkan konsep serupa dengan sentuhan yang lebih tradisional. Dikemas menggunakan besek bambu, sajian ini memberikan kesan hangat dan autentik, sekaligus menambah nilai estetika pada acara pernikahan dengan nuansa yang lebih alami dan khas.

snack box dari dapur bu sastro

Untuk memberi kesan yang lebih spesial, tersedia pilihan Hantaran yang disusun dan dihias dengan tampilan yang cantik dan elegan. Setiap hidangan ditata secara rapi sehingga terlihat menarik saat disajikan, serta tetap praktis karena dapat dipesan dalam jumlah banyak dan dilengkapi dengan perlengkapan makan.

Tak hanya itu, Kudappan hadir sebagai pelengkap yang menyempurnakan hidangan utama. Berbagai pilihan kue, mulai dari rasa manis hingga gurih, disajikan dengan tampilan yang menggugah selera, cocok untuk dinikmati sebagai camilan ringan bagi para tamu. 

Dengan banyaknya pilihan tersebut, Anda bisa menyesuaikan menu dengan konsep acara pernikahan agar tamu tetap nyaman menikmati setiap sajian.

Baca juga: 5 Acara Istimewa yang Cocok dengan Sajian Snack Box

3. Tentukan Konsep Pernikahan

Sebelum menyusun susunan acara, tentukan terlebih dahulu konsep pernikahan yang diinginkan, apakah tradisional, modern, atau intimate wedding. Konsep ini akan memengaruhi rangkaian acara, termasuk jenis prosesi, urutan kegiatan, hingga durasi tiap segmen.

4. Buat Daftar Kegiatan Utama

Setelah konsep ditetapkan, buat daftar kegiatan utama dalam acara pernikahan. Umumnya meliputi upacara adat (jika ada), prosesi akad atau pemberkatan sebagai inti acara, sesi foto dan ramah tamah bersama tamu, serta resepsi yang berisi makan bersama dan hiburan.

5. Lakukan Rehearsal Sebelum Hari H

Gladi bersih beberapa hari sebelum acara penting dilakukan agar semua pihak memahami perannya. Cara ini juga membantu memastikan setiap rangkaian acara sudah sesuai rencana.

6. Pastikan Koordinasi yang Baik di Hari H

Saat hari pelaksanaan, pastikan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari keluarga, MC, hingga vendor, memahami susunan acara. Koordinasi yang baik akan membantu acara berjalan lancar.

Itu dia beberapa bulan baik untuk menikah sekaligus gambaran menyusun acara pernikahan agar berjalan lancar dan berkesan. 

Selain menentukan waktu dan rangkaian acara, urusan konsumsi juga perlu dipersiapkan dengan baik agar tamu dapat menikmati hidangan dengan nyaman.

Untuk memudahkan persiapan tersebut, Anda bisa mempertimbangkan layanan katering dari Dapur Bu Sastro yang mutunya terjamin serta bersertifikat halal dan memiliki Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dengan katering dari Dapur Bu Sastro, Anda tidak perlu repot menyiapkan makanan sendiri karena hidangan sudah tertata rapi dan siap disajikan. 

Yuk, jelajahi berbagai menu katering dari Dapur Bu Sastro, dan jika ingin bertanya seputar menu atau pemesanan, Anda bisa langsung menghubungi tim Dapur Bu Sastro melalui WhatsApp!

Baca juga: 10 Games Seru untuk Acara Kumpul Keluarga dan Persiapannya

‌
‌

‌

‌

‌

‌

Ditulis Oleh Admin Dapur Bu Sastro

Admin Dapur Bu Sastro adalah sosok di balik berbagai konten inspiratif seputar masakan rumahan yang praktis dan lezat. Dengan semangat berbagi, ia menghadirkan resep-resep pilihan, tips dapur, hingga ide hidangan harian yang cocok untuk semua kalangan. Temukan kehangatan dan cita rasa khas nusantara di setiap sajian yang dibagikan.

Baca Juga yang Lain

Tumpeng Nasi Liwet Lengkap & Menu Lauk Pendamping Kekinian

Tumpeng Nasi Liwet Lengkap & Menu Lauk Pendamping Kekinian

-

Nasi Box Bogana

Nasi Box Bogana

Siap 2 Jam
Rp43.542
Nasi Besek Dewata

Nasi Besek Dewata

Siap 2 Jam
Rp46.347
Custom Porsi - Hantaran Nasi Kuning

Custom Porsi - Hantaran Nasi Kuning

Paling Laku
Siap 2 Jam
Rp0
Snack Box Rona

Snack Box Rona

Paling Laku
Siap 2 Jam
Rp37.284